Minggu, 10 Desember 2017

[Wajib Tahu] Inilah Sejarah Dari Tanaman Padi

        Padi diperkirakan berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia, padi dibawa oleh nenek moyang yang bermigrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari segala variasi serealia sesudah jagung dan gandum. Meski demikian, padi yaitu sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia. Asal mula budidaya padi, diperkirakan berasal dari tempat jurang Sungai Gangga dan Sungai Brahmaputra serta jurang Sungai Yangtse.

        Padi ketika ini tersebar luas di segala dunia dan tumbuh di hampir segala bagian dunia yang mempunyai cukup air dan temperatur udara yang cukup hangat. Padi menyenangi tanah yang lembab dan becek. Sejumlah ahli memperkirakan, padi yaitu hasil evolusi dari tanaman moyang yang hidup di rawa. Pendapat ini berdasarkan adanya variasi padi yang hidup di rawa-rawa (bisa ditemukan pada sejumlah tempat di Pulau Kalimantan), kebutuhan padi yang tinggi akan air pada beberapa tahap kehidupannya, dan terdapat pembuluh khusus di bagian akar padi yang berfungsi mengalirkan udara (oksigen) ke bagian akar.

        Pada tahun 1984 pemerintah Indonesia pernah meraih penghargaan dari PBB (FAO) karena berhasil meningkatkan produksi padi dalam waktu 20 tahun bisa berubah dari pengimpor padi terbesar dunia menjadi negara swasembada beras. Golongan botani tanaman padi yaitu sebagai berikut:
Divisi           : Spermatophyta
Sub divisi     : Angiospermae
Kelas            : Monotyledonae
Keluarga      : Gramineae (Poaceae)
Genus          : Oryza
Spesies        : Oryza sativa

        Sentra penanaman padi di Indonesia meliputi Pulau Jawa (Karawang, Cianjur), Bali, Madura, Sulawesi, dan akhir-akhir ini Kalimantan termasuk kedalamnya. Pada tahun 1992 luas tempat budidaya padi di Indonesia mencapai 10.869.000 ha dengan rata-rata hasil 4,35 ton/ha/tahun. Produksi padi nasional yaitu 47.293.000 ton. Pada tahun itu hampir 22,5% produksi padi nasional dipasok dari Jawa Barat. Ketika terjadi krisis ekonomi, pusat padi di Jawa Barat seperti Cianjur dan Karawang mengalami penurunan produksi yang berarti. 




        Produksi padi nasional sampai Desember 1997 yaitu 46.591.874 ton yang meliputi areal panen 9.881.764 ha. Karena pemeliharaan yang kurang intensif, hasil padi gagal menempuh 1-3 ton/ha, meski dengan kultur teknis yang baik hasil padi sawah menempuh 6-7 ton/ha (Divisi Pengembangan Produksi Pertanian, 1973).

Syarat Tumbuh Tanaman Padi (Oryza sativa)
 
        Setiap tanaman mempunyai persyaratan tumbuh yang berbeda untuk bisa tumbuh dengan baik dan mempunyai produktivitas tinggi. Demikian pula tanaman padi sawah, seperti yang kita ketahui, variasi tanaman padi sangatlah banyak, tetapi tanaman padi sawah mempunyai persyaratan tumbuh yang berbeda dengan variasi padi yang tumbuh di ladang atau di sawah pasang surut. Berikut ini beberapa persyaratan tumbuh tanaman padi sawah yang seharusnya di ketahui jika berkeinginan bertanam padi sawah.

        Syarat utama yang seharusnya dipenuhi untuk menanam padi sawah yaitu kebutuhan air yang cukup. Kalau tidak, karenanya pertumbuhan padi sawah akan terhambat dan produktivitasnya menurun.

Berikut ini persyaratan tumbuh tanaman padi sawah yang seharusnya di observasi:

        Tumbuh di tempat tropis/subtropis pada 45° LU - 45° LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan. Rata-rata curah hujan yang baik yaitu 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun. Padi bisa ditanam pada musim kemarau maupun penghujan, pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Sedangakan pada musim hujan, meski air melimpah produksi bisa menurun karena penyerbukan kurang intensif. 

        Di dataran rendah padi membutuhkan ketinggian 0 - 650 mdpl dengan temperatur 22 - 27°C meski di dataran tinggi (650 - 1.500 mdpl) dengan temperatur 19 - 23°C. Tanaman padi membutuhkan cahaya sang surya penuh tanpa naungan. Penyerbukan dan pembuahan dipengaruhi oleh angin, tetapi jika terlalu kencang akan merobohkan tanaman. Tanaman bisa tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi.

Apabila Anda Membutuhkan Atau Ingin Memesan Karung Beras. 
SMS/CALL/WA Kami Di : 0877-0282-1277 | 08123-258-4950 | 0852-3392-5564 
Phone: 031-8830487.
Untuk info harga Karung Beras silahkan klik DISINI

@ULM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar